



Jakarta, 29 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKSM Santosa Asih menyelenggarakan Rapat Dosen pada Rabu, 29 Juli 2026, yang dihadiri oleh pimpinan dan para dosen. Rapat ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan institusi sekaligus merumuskan berbagai strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, serta pengembangan kampus di masa mendatang.
Dalam sesi diskusi, para dosen menyampaikan berbagai masukan dan gagasan konstruktif sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memajukan STT IKSM Santosa Asih.
Salah satu usulan utama disampaikan oleh Bapak David, yang menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dosen menuju jenjang Doktor (S3). Selain itu, beliau juga mengusulkan agar STT IKSM Santosa Asih mulai mempersiapkan pembangunan Program Studi Doktor sebagai langkah strategis dalam pengembangan institusi dan peningkatan daya saing perguruan tinggi.
Ibu Debby mengusulkan peningkatan kompetensi mahasiswa melalui penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Menurut beliau, kemampuan bahasa asing akan menjadi nilai tambah bagi lulusan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pembahasan mengenai penerimaan mahasiswa baru, Ibu Katji menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru saat ini masih terbatas, yaitu sebanyak tiga orang. Untuk meningkatkan jumlah mahasiswa, beliau telah mengupayakan gerakan promosi melalui pendekatan “Satu Mahasiswa Membawa Satu Teman”, sehingga setiap mahasiswa diharapkan berperan aktif dalam memperkenalkan STT IKSM Santosa Asih kepada calon mahasiswa lainnya.
Sementara itu, Ibu Jelita mengusulkan pembukaan Kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai salah satu strategi peningkatan jumlah mahasiswa. Melalui program ini, pengalaman kerja dan profesi peserta dapat diakui sebagai bagian dari perolehan SKS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi para praktisi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Masukan lainnya menyoroti pentingnya strategi promosi kampus yang lebih positif. Salah seorang peserta rapat mengingatkan agar proses rekrutmen mahasiswa tidak dilakukan dengan cara membandingkan atau merendahkan perguruan tinggi lain, melainkan dengan menonjolkan kualitas, keunggulan, dan nilai-nilai yang dimiliki STT IKSM Santosa Asih.
Dalam bidang pelayanan, Bapak Gangsar menyampaikan visi pengembangan melalui program Church Planting bekerja sama dengan mitra pelayanan dari Texas, Amerika Serikat. Program ini dirancang untuk mempersiapkan tenaga pelayanan yang akan melayani pembukaan gereja dan pendirian PAUD sebagai bagian dari pengembangan pelayanan misi. Program tersebut direncanakan berlangsung minimal selama dua tahun.
Bapak Ajon mengusulkan pengembangan program pendidikan kependetaan sebagai salah satu langkah untuk memperluas kontribusi STT IKSM Santosa Asih dalam mencetak pelayan Tuhan yang berkualitas dan siap melayani di berbagai daerah.
Selanjutnya, Bapak Eriys menyampaikan pentingnya membangun kaderisasi tenaga pendidik melalui penanaman jemaat Gereja Santosa Asih (GSA), sehingga jemaat yang memiliki potensi dapat dipersiapkan menjadi tenaga pendidik dan dosen di masa mendatang.
Sementara itu, Bapak Samuel mengusulkan pendekatan langsung kepada para pendeta dan gereja-gereja di berbagai pulau maupun daerah terpencil. Beliau menekankan pentingnya memberikan jaminan kepada para orang tua dan gereja bahwa mahasiswa yang dikirimkan untuk menempuh pendidikan di STT IKSM Santosa Asih akan dibimbing, dijaga, dan dibina dengan baik selama menjalani proses studi.
Dalam mendukung peningkatan akses pendidikan, rapat juga membahas program Beasiswa Penuh selama satu tahun bagi mahasiswa baru, disertai biaya pemondokan sebesar Rp450.000 per bulan, sebagai bentuk dukungan kampus bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Selain pengembangan mahasiswa, rapat juga menghasilkan komitmen untuk meningkatkan kualitas dosen. Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, STT IKSM Santosa Asih menargetkan semakin banyak dosen bergelar magister (S2) yang melanjutkan studi ke jenjang doktor melalui program beasiswa dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi mitra.
Tidak hanya itu, institusi juga mendorong seluruh dosen untuk meningkatkan jenjang karier akademik melalui pengajuan Jabatan Fungsional Dosen, dengan target minimal mencapai Asisten Ahli, dan selanjutnya terus berkembang hingga jenjang Lektor sesuai kompetensi dan persyaratan yang berlaku.
Pengenalan Sistem informasi terbaru yaitu SIASA untuk meningkatkan kualitas layanan dosen dan mahasiswa menuju integrasi akademik berbasis Digital dan AI.
Melalui berbagai masukan yang disampaikan dalam rapat ini, STT IKSM Santosa Asih menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas jaringan kerja sama, serta menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap melayani gereja maupun masyarakat
