JAKARTA — Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKSM Santosa Asih Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin Kristen yang berkualitas dengan sukses menggelar Seminar Internasional bertajuk “Biblical Leadership: Refleksi Kepemimpinan Musa & Rasul Paulus”. Acara ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 20–21 April 2026, bertempat di Kampus STT IKSM Santosa Asih, Condet, Jakarta Timur.





Seminar ini bertujuan untuk mengajak para hamba Tuhan, mahasiswa teologi, dan pemimpin gereja untuk menjelajahi prinsip-prinsip kepemimpinan Alkitabiah yang transformatif. Secara khusus, acara ini menyoroti kehidupan dan kepemimpinan dua tokoh besar yang membentuk sejarah iman Kristen secara luar biasa: Nabi Musa dan Rasul Paulus.
Acara ini menghadirkan dua pembicara internasional yang sangat kompeten di bidangnya:
James Farmer (Lulusan Master of Theology, Irish Baptist College), yang juga melayani sebagai penatua dan pengkhotbah di Irlandia Utara. Beliau membawakan sesi “Kepemimpinan Musa”, menyoroti bagaimana panggilan, karakter, dan ketekunan Musa dapat diaplikasikan dalam memimpin umat di masa kini.
Philip Orr (Lulusan Applied Theology, Irish Bible Institute), yang membawakan sesi “Kepemimpinan Paulus”. Ia membedah strategi misi, kerja tim, serta ketekunan Paulus dalam menghadapi penganiayaan di tengah pelayanannya.
Melalui pengajaran yang terfokus dan diskusi yang mendalam, para peserta diajak untuk membedah berbagai topik utama, antara lain: latar belakang dan panggilan para pemimpin, karakteristik dan strategi pelayanan, dinamika khotbah dan pengajaran, kerja sama tim, peperangan rohani, tanda-tanda Mesias, hingga implikasi praktisnya bagi pelayanan di era modern.
Terselenggaranya acara yang memberikan fasilitas E-Certificate gratis ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. STT IKSM Santosa Asih berkolaborasi dengan Indonesian Humanity Foundation dan Yayasan Ladang Maju Insani (LMI) dalam mewujudkan seminar yang menjadi berkat bagi banyak peserta tersebut.
Dengan suksesnya seminar ini, diharapkan para peserta dapat mengadopsi prinsip-prinsip kepemimpinan yang alkitabiah, tangguh dalam menghadapi tantangan, serta memiliki karakter kepemimpinan yang melayani (servant leadership) seperti yang telah diteladankan oleh Musa dan Rasul Paulus.
