
Jakarta, 9 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKSM Santosa Asih bekerja sama dengan Yayasan Bentara Sejahtera Indonesia sukses menyelenggarakan Seminar “Paradigma Unggul Gaya Belajar (Learning Style Seminar)” yang berlangsung di Aula STT IKSM Santosa Asih pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. Seminar ini menghadirkan Marojahan Saragi, S.Th., M.Pd.K., Ketua Yayasan Bentara Sejahtera Indonesia sekaligus dosen STT IKSM Santosa Asih dan ASAINDO University, sebagai pembicara utama.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, guru, serta tenaga kependidikan. Seminar diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai karakteristik gaya belajar sehingga peserta mampu menemukan metode belajar maupun mengajar yang lebih efektif, efisien, dan inovatif.

Dengan mengusung tema “Paradigma Unggul Gaya Belajar”, seminar mengajak peserta untuk memahami bahwa setiap individu memiliki karakter belajar yang berbeda. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan dapat mengoptimalkan potensi diri serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan pendidikan maupun pelayanan.
Materi Seminar
Dalam pemaparannya, Marojahan Saragi menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemampuan mengenali gaya belajar yang sesuai dengan karakter masing-masing individu.
Beliau menekankan pentingnya mengidentifikasi gaya belajar sejak dini agar peserta mampu:
- Mengenali potensi dan karakter belajar pribadi.
- Menentukan teknik belajar yang paling efektif.
- Mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
- Meningkatkan motivasi dan hasil belajar.
- Membangun budaya belajar yang kreatif dan inovatif.
Melalui penyampaian yang komunikatif disertai berbagai contoh nyata, peserta diajak memahami bagaimana penerapan konsep learning style dapat memberikan dampak positif baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Acara
Kegiatan seminar berlangsung dengan susunan acara yang terstruktur mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, meliputi pembukaan, lagu Indonesia Raya, pujian dan doa pembuka, sambutan pemantik, penyampaian materi utama, sesi istirahat sekaligus pengisian angket gaya belajar melalui Google Form, ice breaking, pendalaman materi, sesi tanya jawab, doa penutup, hingga penutupan.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, khususnya ketika berdiskusi mengenai pengalaman belajar masing-masing serta saat mengikuti sesi tanya jawab bersama narasumber.
Antusiasme Peserta
Seminar ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta. Terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung, mulai dari diskusi, pengisian instrumen identifikasi gaya belajar, hingga sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.
Peserta memperoleh kesempatan untuk mengevaluasi gaya belajar masing-masing sehingga dapat memahami pendekatan belajar yang paling sesuai dengan karakter mereka. Hasil identifikasi tersebut diharapkan menjadi bekal dalam meningkatkan efektivitas proses belajar maupun pelayanan pendidikan.
Selain memperoleh materi yang aplikatif, seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat keikutsertaan serta fasilitas snack dan minuman selama kegiatan berlangsung.
Komitmen STT IKSM Santosa Asih
Melalui penyelenggaraan seminar ini, STT IKSM Santosa Asih kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi.
Kampus berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari budaya akademik yang mendorong lahirnya mahasiswa, guru, dan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan, memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning), serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, dan dunia pendidikan.
Seminar “Paradigma Unggul Gaya Belajar” menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun paradigma pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, tenaga pendidik, dan peserta didik dalam menciptakan proses belajar yang semakin berkualitas.
