Jakarta Timur, 30 Mei 2025 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKSM Santosa Asih dengan bangga merayakan Dies Natalis ke-25 pada hari Jumat (30/5) di Graha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur. Perayaan seperempat abad pengabdian ini mengusung tema ambisius: “Ut Omnes Unum Sint : Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian sebagai dasar pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan dan kemajuan STT IKSM Santosa Asih menuju Unggul.“
Acara ini berlangsung khidmat namun penuh semangat, mencerminkan perjalanan panjang STT IKSM Santosa Asih dalam mencetak pemimpin dan pelayan Kristen. Ibadah syukur dipimpin dengan apik oleh Sonifati Gea, M.Pd, sebagai pemimpin pujian, didampingi oleh Fikir Laoly dan Sri Astuti yang mengisi musik pengiring. Suasana semakin semarak dengan persembahan pujian khusus dari para mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, serta penampilan dari para singer Ones, Tamara, dan Carlina, menunjukkan talenta dan kekompakan komunitas akademik STT.

David Hasibuan, Ketua STT IKSM Santosa Asih, dalam sambutannya menyoroti signifikansi tema Dies Natalis yang menekankan pentingnya keseimbangan antara iman, ilmu, dan pengabdian, serta bagaimana nilai-nilai ini menjadi landasan dalam memanfaatkan teknologi digital demi peningkatan kualitas pengajaran dan pelayanan. “Tingginya iman harus diimbangi dengan tingginya ilmu pengetahuan, dan keduanya harus bermuara pada pengabdian tulus bagi masyarakat. Di era digital ini, teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mencapai keunggulan,” ujar David.
Peran AI dalam Masyarakat dan Kekristenan: Sorotan dari Pdt. Dr. Ronny Mandang
Puncak acara ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th, Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Injili Indonesia (PGLII) periode 2015-2024. Dalam khotbahnya yang mendalam, Pdt. Ronny Mandang secara khusus membahas manfaat dan bahaya Artificial Intelligence (AI) dalam kehidupan masyarakat, serta dampaknya bagi Kekristenan.
Pdt. Ronny menyoroti bagaimana AI dapat menjadi alat yang ampuh untuk kemajuan, misalnya dalam bidang penelitian, pendidikan, dan pelayanan gereja. Namun, ia juga memberikan peringatan tegas mengenai potensi bahaya AI, termasuk isu etika, privasi, dan risiko hilangnya pekerjaan. Lebih lanjut, Pdt. Ronny Mandang mengajak jemaat untuk merenungkan bagaimana AI dapat memengaruhi praktik keagamaan, penyebaran Injil, dan bahkan pemahaman teologis. Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan Kristen dalam menghadapi perkembangan teknologi ini, memastikan bahwa AI dimanfaatkan untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan sesama, bukan sebaliknya.

Perayaan Dies Natalis ini ditutup secara resmi oleh Dr. Drs. Sudirman Manihuruk, M.Th, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, yang juga memberikan sambutan penutup. Acara kemudian diakhiri dengan Doa Berkat yang disampaikan oleh Ps. Saut M. Hasibuan, membawa suasana khidmat dan damai bagi seluruh hadirin. Kehadiran Dirjen Bimas Kristen dan Ps. Saut M. Hasibuan menggarisbawahi dukungan berbagai pihak terhadap peran strategis lembaga pendidikan teologi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas.

Dengan perayaan Dies Natalis ke-25 ini, STT IKSM Santosa Asih menegaskan kembali komitmennya untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam iman dan ilmu, tetapi juga berdedikasi tinggi dalam pengabdian kepada gereja, masyarakat, dan bangsa.
