STT IKSM Menggelar Seminar “Mempersiapkan Pemimpin Gereja di Masa Depan” bersama Pdt. Tommy Lengkong, M.Th.
Jakarta, 12 Mei 2025 – Sekolah Tinggi Teologi Institut Keguruan dan Sains Misi (STT IKSM) hari ini sukses menyelenggarakan seminar penting bertajuk “Mempersiapkan Pemimpin Gereja di Masa Depan.” Seminar yang diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2025 ini menghadirkan Pdt. Tommy Lengkong, M.Th dan Dr.Suharto,M.Pd Sebagai Moderator. sebagai pembicara utama Pdt.Tommy Lengkong, dan bertujuan untuk membekali calon pemimpin gereja dengan pemahaman mendalam tentang tantangan global serta tuntutan kepemimpinan Kristen di era modern.
Dalam paparannya, Pdt. Tommy Lengkong menyoroti “Perkembangan Dunia” yang kini menghadapi krisis multidimensional, mulai dari skala lokal hingga internasional. Krisis ini mencakup isu-isu ekonomi, kemanusiaan seperti migrasi dan kelaparan, masalah lingkungan, perubahan iklim, hingga peperangan. Pandemi COVID-19 juga turut memperparah kondisi, berpotensi menyebabkan negara-negara dunia ketiga “kehilangan satu dekade” pembangunan.
Lebih lanjut, Pdt. Tommy Lengkong menekankan bahwa di era disrupsi ini, berbagai perubahan fundamental terjadi di hampir setiap aspek kehidupan. Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan teknologi digital lainnya telah menciptakan gejolak signifikan yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Menanggapi kondisi ini, gereja dipanggil untuk merespons dengan bijaksana, membangun teologi Injili yang kuat namun kontekstual, tidak kaku, dan tetap menjunjung tinggi otoritas Firman Tuhan.
Bagian kedua seminar mengulas “Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi” oleh para pemimpin gereja masa depan. Poin-poin krusial yang diidentifikasi meliputi perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan gaya hidup dan minat masyarakat, tantangan globalisasi, tantangan ekonomi dan sosial, perubahan struktur keluarga, serta terbatasnya pertemanan fisik anak-anak.
Seminar ini juga secara spesifik membahas “Beberapa Tuntutan Utama bagi Pemimpin Kristen di Masa Depan.” Tuntutan tersebut meliputi:
- Komitmen untuk Mengutamakan Tuhan, Menjaga Integritas, dan Etika Kristen: Pemimpin Kristen harus berpusat pada Kristus, memiliki integritas yang sesuai dengan Firman Tuhan, dan mendasarkan keputusan serta tindakan pada nilai-nilai etika Kristen yang berbeda dari etika dunia.
- Adaptabilitas Tinggi: Pemimpin dituntut untuk mampu beradaptasi cepat, menyusun strategi terhadap perubahan tak terduga, dan membuat keputusan adaptif.
- Berpikir Visioner dan Inovatif: Pemimpin masa depan harus mampu melihat peluang di tengah tantangan, mendorong inovasi, dan menciptakan perubahan, bukan hanya bereaksi terhadapnya. Mereka perlu berpikir “di luar kotak” dan mendobrak pola lama.
- Keterampilan Digital dan Literasi Teknologi: Pemimpin tidak hanya perlu memahami teknologi, tetapi juga mampu mengadopsi dan mengintegrasikannya ke dalam pelayanan, serta terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
- Keputusan Berdasarkan Data: Di masa depan, intuisi saja tidak cukup. Pemimpin perlu menggunakan data dan teknologi seperti AI serta big data untuk mengambil keputusan strategi yang lebih akurat dan real-time.
- Kecerdasan Emosional (EQ) Tinggi: Pemimpin dituntut untuk mengelola emosi diri dan orang lain, membangun kepercayaan, dan menjaga moral tim di tengah tekanan. Keterampilan interpersonal menjadi sama pentingnya dengan keterampilan teknis.
- Kepemimpinan Kolaboratif serta Bekerja dengan Kecepatan dan Kelincahan: Pemimpin harus mendorong budaya kolaborasi lintas fungsi, bekerja dalam tim yang adaptif dan fleksibel, serta memberdayakan orang lain untuk mengambil inisiatif.
- Komitmen terhadap Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Isu-isu Sosial, Kemanusiaan, Lingkungan, dan Keberlanjutan: Pemimpin perlu menunjukkan respons dan tanggung jawab sosial, kemanusiaan, serta kepedulian terhadap bumi yang sehat dan keberlanjutan jangka panjang.
Secara keseluruhan, Pdt. Tommy Lengkong menyimpulkan bahwa pemimpin Kristen di masa depan haruslah individu yang beriman teguh kepada Tuhan Yesus Kristus, memiliki adaptabilitas tinggi, berpikir visioner dan inovatif, menguasai keterampilan digital, memiliki EQ tinggi, kolaboratif, serta peduli terhadap isu-isu sosial, kemanusiaan, lingkungan, dan keberlanjutan.
Seminar ini juga membahas tentang “Apa yang Dapat Kita Pahami tentang Pemimpin.” Dalam konteks kontemporer, pemimpin adalah orang yang mampu mengelola kontradiksi dan paradoks untuk memaksimalkan potensi organisasi dalam mencapai tujuan. Pdt. Tommy Lengkong mengutip Janet Hagberg yang menyatakan bahwa inti kepemimpinan efektif adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menyelesaikan sesuatu meskipun ada perlawanan dari orang lain. Seorang pemimpin Kristen didefinisikan sebagai individu yang beriman dalam Tuhan Yesus Kristus, menempatkan diri di bawah otoritas Alkitab, memiliki tujuan berdasarkan kehendak Allah, mampu mengarahkan dan membimbing orang lain, serta memiliki kemampuan antisipasi dan adaptasi terhadap tantangan masa depan.
Mengenai “Fungsi-Fungsi Kepemimpinan,” seorang pemimpin berperan sebagai pengambil keputusan dan agen perubahan, pemimpin dan motivator, pengolah informasi, pemantau dan pengendali, serta pemerhati lingkungan.
Terakhir, Pdt. Tommy Lengkong memaparkan “Model dan Fungsi Kepemimpinan Kristen yang Alkitabiah,” yaitu:
- Kepemimpinan yang Melayani (Servanthood Leadership): Meneladani Tuhan Yesus yang datang untuk melayani dan berkurban, bukan untuk dilayani.
- Kepemimpinan yang Mentransformasi (Transforming Leadership): Mengarahkan pada perubahan ke arah kebaikan, seperti teladan tokoh-tokoh PL seperti Yusuf, Nehemia, Ester, dan Daniel, serta seruan untuk mengusahakan kesejahteraan kota.
- Kepemimpinan Transendental (Transcendental Leadership): Kepemimpinan yang berpusat pada iman kepada Kristus dan mengangkat nilai-nilai kepemimpinan Kristen melampaui standar duniawi.
Seminar ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya “Mengapa Harus Mempersiapkan Pemimpin Gereja di Masa Depan.” Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pemimpin yang takut akan Tuhan, memiliki warisan tradisi Kristen yang baik, dan keteladanan etis. Persiapan ini juga krusial untuk menghindari kekosongan kepemimpinan di masa mendatang , serta untuk memastikan bahwa pemimpin yang hadir siap beradaptasi dengan perubahan teknologi dan peradaban, serta mampu menghadapi berbagai permasalahan sosial, kemanusiaan, lingkungan, keberlanjutan, dan ekonomi.
Pdt. Tommy Lengkong mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin Kristen masa depan yang tangguh.
Anda dapat mengakses video Kuliah Umum kami gratis
