JAKARTA – Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKSM Santosa Asih menggelar ibadah syukur yang penuh khidmat untuk merayakan Dies Natalis ke-26 sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-51 Ketua STT IKSM Santosa Asih, Bapak Pdt. David Hasibuan. Acara yang disiarkan secara langsung ini tidak hanya menjadi perayaan pertambahan usia, melainkan momentum refleksi iman, ucapan syukur yang mendalam, serta penegasan visi besar institusi di masa depan.
Ibadah diawali dengan puji-pujian yang mengangkat tema kesetiaan dan kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan. Dalam suasana yang penuh kehangatan, segenap pimpinan, dosen, mahasiswa, dan jajaran staf memanjatkan doa khusus bagi Pdt. David Hasibuan. Melandasi doa tersebut dengan Amsal 3:16-17, jemaat memohon agar beliau senantiasa dikaruniai kesehatan, umur panjang, kehormatan, serta keberhasilan dalam memimpin institusi.










Pesan Penggembalaan: “Perjalanan Hidup” Sebagai bagian sentral dari perayaan, Pdt. David Hasibuan menyampaikan khotbah bertajuk “Perjalanan Hidup” (Life’s Journey) yang didasarkan pada Mazmur 37:23-24. Dalam pesan pastoralnya, beliau menyoroti aspek spiritual dan praktis dalam menjalani kehidupan, yang mencakup:
- Manajemen Waktu: Waktu adalah anugerah yang tidak dapat diulang; setiap orang memiliki 24 jam yang sama sehingga harus dikelola dengan bijaksana.
- Pembelajaran dan Syukur: Hidup adalah proses belajar yang berkelanjutan. Jemaat diajak untuk senantiasa bersyukur dalam segala keadaan (1 Tesalonika 5:18).
- Pengampunan dan Relasi: Kesadaran bahwa tidak ada manusia yang sempurna menjadikan pengampunan sebagai kunci kedewasaan spiritual dan fondasi hubungan yang sehat.
- Nilai Kristiani: Nilai-nilai Kristiani harus menjadi kompas moral utama yang membentuk karakter dan integritas seorang pemimpin.
Visi Menuju Universitas Tahun 2036 Perayaan usia ke-26 ini juga menjadi tonggak sejarah pencapaian visi STT IKSM Santosa Asih. Institusi ini memaparkan target yang jelas untuk terus berinovasi dan berkembang—dari status sekolah tinggi teologi saat ini, menuju institut, dan pada akhirnya bertransformasi menjadi sebuah universitas pada tahun 2036. Pencapaian visi besar ini akan didorong oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan fasilitas, dan dedikasi kolektif yang mengandalkan pimpinan Tuhan.
Refleksi Pendiri dan Doa Bersama Momen perayaan semakin bermakna dengan hadirnya pesan reflektif dari pendiri institusi, Bapak Moses Hasibuan. Beliau menyampaikan pesan yang menyentuh hati mengenai pentingnya kerendahan hati dan tanggung jawab dalam melayani Tuhan. Beliau juga mengingatkan pentingnya sikap hormat dan kesungguhan dalam beribadah, serta menghindari penyebutan nama Tuhan secara sembarangan.
Rangkaian acara ditutup dengan doa syafaat dan berkat bersama. Doa dipanjatkan bagi seluruh elemen institusi, pimpinan, mahasiswa, alumni, pemerintah, hingga para sponsor, memohon perlindungan, anugerah, dan damai sejahtera Tuhan untuk terus menyertai langkah STT IKSM Santosa Asih ke depan.
